Tata Nama Senyawa Ionik dan Senyawa Molekuler (Part-2)

Pada kesempatan sebelumnya kita telah mengulas tuntas tentang tata nama senyawa ionik dan senyawa molekuler, nah kali ini kita akan melanjutkan pembahasan kita lebih dalam tentang tata nama senyawa molekuler. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa senyawa molekuler tersusun atas atom-atom. Senyawa molekuler biner merupakan senyawa molekuler paling sederhana yang tersusun atas dua macam atom nonlogam. Bagaimana tata nama senyawa molekuler biner?

Yuk ikuti penjelasan berikut... ^_^
Sulfur Dioksida

Tata Nama Senyawa Molekuler

Adapun yang akan kita bahas pada topik ini antara lain tentang tata nama senyawa molekuler biner, tata nama senyawa oksida, dan tata nama asam.

Tata nama senyawa molekuler biner

  1. Unsur pertama dalam rumus senyawa disebut lebih dulu sesuai nama unsurnya
  2. Unsur kedua diberi nama seperti anion
  3. Jumlah atom ditunjukkan dengan menggunakan awalan mono, di, tri dan seterusnya. (ini perbedaan mendasar dari tata nama senyawa ionik)
  4. Awalan mono tidak disebutkan untuk unsur yang ada ada didepan, contoh CO atau karbon monoksida bukan monokarbon monoksida.
Berikut contoh beberapa senyawa molekuler biner berserta namanya:

HF : Hidrogen flourida
N2O : Dinitrogen monoksida
N2O5 : Dinitrogen pentaoksida

Catatan : Urutan penulisan unsur-unsur dalam rumus senyawa molekuler berdasarkan aturan IUPAC
Unsur Bi Si C Sb As P N H Te Se S I Br Cl O F
Golongan 13 14 15 1 16 17 16 17


Unsur sebelah kiri memiliki prioritas kasta lebih tinggi dari pada unsur sebelah kanan
Contohnya : NF3 . bukan F3N (Effendy, 2007)

Alternatif tata nama senyawa oksida

Berdasarkan tata nama Inggris valensi atom nonlogam pada senyawa oksida ditunjjukan dengan angka romawi. Berikut beberapa contoh senyawa oksida beserta namanya berdasrkan tata nama Inggris.

N2O3 : Nitrogen (III) oksida
N2O5 : Nitrogen (V) oksida
P2O5 : Fosfor (V) oksida
SO2 : Belerang (IV) oksida

Tata Nama Asam

Masih ingat apa itu asam ?

ya berdasarkan teori Arhenius, asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan satu atau lebih ion H+ dan satu atau lebih anion (Effendy, 2007)
Sebagai contoh : Gas HCl terdiri dari molekul-molekul HCl. Bila HCl dilarutkan dalam air ia menghasilkan ion-ion sesuai persamaan reaksi berikut:
HCl (g) → H+(aq) + Cl-(aq)
H+ (aq) menunjukkan bahwa ion H+ disolvasi atau diikat oleh molekul-molekul air

Bagaimana aturan penamaan asam?

Bila asamnya tidak mengandung oksigen, maka namanya dalam bahasa Indonesia adalah dengan mengganti kata hidrogen pada senyawa dengan kata asam

contohnya : HI (aq) : Asam iodida, H2S (aq): Asam sulfida

Untuk asam yang mengandung atom oksigen (asam okso atau asam oksi) penamaanya adalah dengan mengganti kata ion pada nama ionnya dengan kata asam.

Contoh : H2CO3 : asam karbonat (anionnya CO32-) ; H2SO4 : asam sulfat (anionnya SO42-)

Demikan pembahasan kita tentang tata nama senyawa ionik dan senyawa molekuler semoga bermanfaat ya teman-teman ^_^

Referensi

Chang, Raymond. 2011. General Chemistry, The Essential Concept Ed 6. Graw Hill Higher Education. USA: New York

Effendy.2007. A-level Chemistry For Senior High School Vol 2A. Bayumedia: Malang

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar. Catatan: semua komentar akan dimoderasi